Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

fundamentalisme

26, Mei 2015 Bertemu lagi dengan bapak Ngainun Na’im, pertemuan kali ini membahas tentang “fundamentalisme” menurut saya fundamentalisme adalah orang-orang yang mempunyai kepercayaan kuat akan sesuatu aliran atau pendapat dan mereka selalu yakin, dan berwatak keras. Aliran fundamentalisme ini lahir akibat “GEP” antara idealitans dan realitas. Orang-orang yang masuk dalam aliran-aliran fundamentalisme adalah orang yang alienasi yang tidak memahami realitas, ekonominya labil atau kurang, memiliki budaya berbeda dan orang-orang ini mempunyai tujuan. Mereka mempunyai prinsip milineal yaitu memimpikan masa depan cerah tapi tidak realitas. Mereka rata-rata adalah keturunan Yahudi dan Nasrani.

pluralisme

12,Mei2015 Pertemuan ke ???????????? berapa kali sampai saya lupa mungkin ini adalahpertemuan ke 9 kali dengan Bapak Ngainun Na’im.Pertemuan kali ini membicarakan tentang “Berbagai Pendekatan dalam Studi Islam” akan tetapi dalam poin ini dibahas tentang pendekatan dalam segi “Pendekatan Sejarah”. Mungkin kata sejarah bukan lagi kata yang asing di telinga mahasiswa karena kata ini mungkin tidak hanya dibahas dalam mata kuliah   MSI saja akan tetapi di mata kuliah lain seperti Sejarah Peradaban Islam juga di bahas. Kali ini Bapak Ngainun Na’im   menjelaskan kata sejarah berhubungan dengan ibarat pohon, mengapa dikatakan seperti itu karena pohon itu ibarat suatu kehidupan. Dan sejarah itu di mulai dari suatu krhidupan apabila tidak ada kehidupan maka sejarah itu pun tidak akan di mulai, brgitu juga dengan sebuah pohon apabila tidak di mulai dengan kehidupan maka itu pun tidak akan berwujud suatu pohon. Dan dari pertemuan itu hal yang saya rasa menarik adalah itu mengapa ??...

Pohon sejarah

12,Mei2015 Pertemuan ke ???????????? berapa kali sampai saya lupa mungkin ini adalahpertemuan ke 9 kali dengan Bapak Ngainun Na’im.Pertemuan kali ini membicarakan tentang “Berbagai Pendekatan dalam Studi Islam” akan tetapi dalam poin ini dibahas tentang pendekatan dalam segi “Pendekatan Sejarah”. Mungkin kata sejarah bukan lagi kata yang asing di telinga mahasiswa karena kata ini mungkin tidak hanya dibahas dalam mata kuliah   MSI saja akan tetapi di mata kuliah lain seperti Sejarah Peradaban Islam juga di bahas. Kali ini Bapak Ngainun Na’im   menjelaskan kata sejarah berhubungan dengan ibarat pohon, mengapa dikatakan seperti itu karena pohon itu ibarat suatu kehidupan. Dan sejarah itu di mulai dari suatu krhidupan apabila tidak ada kehidupan maka sejarah itu pun tidak akan di mulai, brgitu juga dengan sebuah pohon apabila tidak di mulai dengan kehidupan maka itu pun tidak akan berwujud suatu pohon. Dan dari pertemuan itu hal yang saya rasa menarik adalah itu mengapa ??...
5,Mei 2015 Mulai lagi pertemuan dengan bapak ngainun na’im setelah minggu sebelumnya kita mendadak “WOW” dengan apa yang di lakukan oleh bapak ngainun na’im yaitu UTS dadakan hehehe . Dan sekarang adalah minggu setelah UTS dan di mulai oleh Bapak Ngainun Na’im yaitu membicarakan hasil dari UTS, alkhamdulillah kata bapak Ngainun Na’im hasil ulangan tidak begitu jelek akan tetapi  masih ada beberapa yang kurang memuaskan (semoga saja hasil ulangan memuaskan ) amiiiinnnnnn. Setelahitu di mulai lagi pelajaran dengan membaca resumean bagi anak-anak yang belum pernah maju untuk membaca resuman, setelah itu Bapak Ngainun Na’im menerangkan tentang “Studi Islam di Indonesia”. Dan di akhir pelajaran Bapak Ngainun Na’im memamerkan sebuah buku yang berjudul ….????saya sedikit lupa tapi inti dari buku itu adalah tentang tatacara menjadi seorang penulis yang buku itu di bandrol dengan harga 50.000..wooooooww, saya tertarik sekali dengan judul bukunya tapi tidak d...