pluralisme
12,Mei2015
Pertemuan ke ???????????? berapa kali sampai saya lupa
mungkin ini adalahpertemuan ke 9 kali dengan Bapak Ngainun Na’im.Pertemuan kali
ini membicarakan tentang “Berbagai Pendekatan dalam Studi Islam” akan tetapi
dalam poin ini dibahas tentang pendekatan dalam segi “Pendekatan Sejarah”.
Mungkin kata sejarah bukan lagi kata yang asing di telinga mahasiswa karena
kata ini mungkin tidak hanya dibahas dalam mata kuliah MSI saja akan tetapi di mata kuliah lain
seperti Sejarah Peradaban Islam juga di bahas. Kali ini Bapak Ngainun
Na’im menjelaskan kata sejarah
berhubungan dengan ibarat pohon, mengapa dikatakan seperti itu karena pohon itu
ibarat suatu kehidupan. Dan sejarah itu di mulai dari suatu krhidupan apabila
tidak ada kehidupan maka sejarah itu pun tidak akan di mulai, brgitu juga
dengan sebuah pohon apabila tidak di mulai dengan kehidupan maka itu pun tidak
akan berwujud suatu pohon. Dan dari pertemuan itu hal yang saya rasa menarik
adalah itu mengapa ???? karena dalam sebuah pohon kita dapat belajar semua arti
kehidupan mulai dari pertama tumbuh sampai dengan sebuah pohon itu menjadi
pohon yang benar-benar suatu pohon yang tinggi dan menjulang yang apabila pohon
itu tidak kuat menahan terpaan angina maka pohon itu akan tumbang sama seperti
manusia semakain ia benar-benar menjadi seorang manusia seperti yang apa ia
kehendakai atau telah sukses jika ia tidak kuat menahan terpaan angina atau
cobaab maka ia pun akan tumbang juga. Dan itu yang dapat saya sampaikan “Terima
Kasih Bapak Ngainun Na’im” selain bapak memberikan pelajaran dan materi bapak
juga memberi inspirasi dan juga motivasi.
Komentar
Posting Komentar